STUDI HUKUM ISLAM

  • Maruf Maruf

Abstract

Proses Ijtihat dalam Islam bukan merupakan proses
penetapan atau pembuatan hukum, melainkan ,
merupakan proses penetapan atau pembuatan hukum,
melainkan merupakan pengungkapan hukum Allah Swt,
terhadap suatu kejadian atau peristiwa, karena mujtahid
tetap berpijak pada pringsip kitab suci yang diturunkan
Allah dan sunah sebagai tradisi Nabi saw, karena itu
mujtahid yang melakukan ijtihad tetap akan diberi pahala
sekalipn ia salah dalam ijtihadnya. Dengan demikian
hukum-hukum Allah akan tetap lestari dan berkembang
sepanjang masa serta dapat diterapkan di segenap ruang
dan waktu. Dimasa Nabi dan Sahabat, meskipun terdapat
peluang untuk melakukan ijtihad bi Al-Ra’y, belum se
pesat masa-masa sesudah itu, Hal ini karena belum
banyak peristiwa hukum yang mereka hadapi.

Published
2017-10-15
How to Cite
MARUF, Maruf. STUDI HUKUM ISLAM. Jurnal An-Nur, [S.l.], v. 1, n. 01, p. 30-45, oct. 2017. ISSN 2461-1158. Available at: <http://ejournal.staiannur.ac.id/index.php/annur/article/view/22>. Date accessed: 22 june 2018.
Section
Articles